Tampilkan postingan dengan label Manajemen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Manajemen. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 16 Juli 2011

Proses Manajerial/ manajemen


PROSES MANAJERIAL
By Reza Novandri

Organisasi apapun yang dikelola, manajemen selalu terlibat dalam serangkaian proses manajerial yang pada intinya berkisar pada :
q   Penentuan tujuan dan sasaran
q   Perumusan strategi
q   Perencanaan
q   Penentuan program kerja
q   Pengorganisasian
q   Penggerakan sumber daya manusia
q   Pemantauan kegiatan operasional
q   Pengawasan
q   Penilaian
q   Penciptaan dan penggunaan sistem umpan balik
Penentuan Tujuan;
}  Ada tiga hal yang harus diperhatikan dalam penentuan tujuan :
◦       Tujuan organsasi biasanya ditentukan oleh para pendiri organisasi tersebut dan seluruh kegiatan yang diselenggarakan kemudian diarahkan kepada pencapaian tujuan tersebut
◦       Semua anggota organisasi diharapkan mau menerima tujuan tersebut sebagai sesuatu yang layak dan pantas untuk dicapai terlepas dari latar belakang, profesi prbadi, dan motivasi dari para anggota orgnisasi tersebut
◦       Tujuan dipndang sebagai sesuatu yang menjadi bintang penuntun dan sekaligus sebagai titik kulminasi seluruh kegiatan organisasi
}  Tujuan akhir organisasi memiliki empat ciri :
◦       Jangkauan waktunya jauh kedepan
◦       Tujuan merupakan suatu kondisi ideal yg diharapkan akan terwujud
◦       Tujuan dinyatakan secara kualitatif
◦       Sifat tujuan akhir dirumuskan secara abstrak
Pentahapan pencapaian tujuan;
}  Ciri-cirinya :
◦       Kurun waktu pencapaian tujuannya ditentukan
◦       Tidak lagi idealistik tetapi yang mungkin tercapai
◦       Dinyatakan secara kuantitatif
◦       Sasaran merupakan target yang kongkret
Perumusan Strategi;
}  Ada beberapa stratifikasi strategi :
◦       Strategi akbar yang berlaku bagi seluruh organisasi
◦       Strategi induk bagi satuan-satuan usaha di dalamnya
◦       Strategi dasar bagi berbagai bidang fungsional dalam organisasi
◦       Strategi operasional bagi satuan-satuan kerja yang bertanggungjawab untuk menyelenggarakan kegiatan yang sifatnya teknis dan operasional
}  Salah satu instrumen ilmiah yang umum digunakan dalam menentukan dan menetapkan startegi organissi adalah analisis SWOT
◦       Strengths (kekuatan)
◦       Weaknesses (kelemahan)
◦       Opportunities (peluang)
◦       Threats (ancaman)
Fungsi perencanaan;
}  Perencanaan didefefnisikan sebagai pengambilan keputusan sekarang tentang hal-hal yang akan dilakukan dalam satu kurun waktu tertentu di masa depan
Penyusunan program kerja;
}  Dengan ciri-ciri :
◦       Lebih bersifat kuantitatif
◦       Menyatakan secara jelas dan kongkret hasil yang diharapkan
◦       Standar kerja jelas
◦       Mutu hasil pekerjaan ditetapkan secara pasti
◦       Disusun sedemikian rinci sehingga dapat dijadikan pedoman dan pegangan dalam penyelenggaraan kegiatan operasional
Fungsi pengorganisasian;
}  Ada beberapa fungsi :
◦       Organisasi sebagai wadah
◦       Organisasi sebagai proses
◦       Organisasi sebagai regenerasi
◦       Organisasi sebagai penyaluran bakat dan minat
Penyelenggaraan kegiatan operasional;
}  Merupakan bagian yang sangat penting dari keseluruhan proses manajerial dan bahkan merupakan tes apakah organisasi berjalan di atas ‘rel’ yang benar atau tidak
Pengawasan sebagai proses manajerial;
}  Dilakukan sebagai upaya untuk lebih menjamin bahwa semua kegiatan operasional berlangsung sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan sebelumnya
Penilaian sebagai komponen proses manajerial;
}  Merupakan upaya pembandingan antara hasil yang nyata dicapai setelah satu tahap tertentu selesai dikerjakan dengan hasil yang seharusnya dicapai untuk tahap tersebut
Pentingnya umpan balik ;
}  Semua informasi yang diperoleh terutama dari hasil penilaian diumpanbalikan kepada berbagai pihak dalam organisasi

SISTEM INFORMASI SEBAGAI PENDUKUNG PROSES MANAJEMEN

SISTEM INFORMASI SEBAGAI PENDUKUNG PROSES MANAJEMEN
by Reza Novandri

ž  Keberhasilan organisasi pada hakekatnya ditentukan oleh penggabungan yang tepat antara kepemimpinan yang efektif dan pelaksanaan kegiatan operasional yang efisien
ž  Kepemimpinan yang efektif tercermin pada dua kegiatan utama :
•          Memainkan peranan yang menjadi tanggungjawabnya selaku unsur pimpinan dalam organisasi
•          Kemahiran memimpin organisasi dalam menempuh seluruh proses manajerial yang harus dilaksanakan dengan baik

Tiga Kategori Peranan Manajemen
ž  Peran yang bersifat interpersonal
•          Dimaksudkan untuk menumbuhsuburkan iklim solidaritas dan kebersamaan dalam organsasi
•          Dengan bentuk-betuk :
–   Peranan yang bersifat simbolis
–   Peranan selaku pemimpin
–   Peranan sebagai penghubung
ž  Peranan yang bersifat simbolis
–   Eksistensi suatu organisasi sering diidentikan dengan orang-orang yang menduduki jabatan manajemen puncak dalam organisasi tersebut
–   Sehingga diperlukan kesdian manajemen untuk terlibat langsung dalam berbagai kegiatan sosial dan seremonial
–   Kegiatan ini juga sangat penting sebagai pencitraan positif bagi oraganisasi

ž  Peranan selaku pimpinan
–   Jika kepemimpinan didefenisikan sebagai kemampuan untuk mempengaruhi prilaku orang lain, sehingga orang lain bersdia melakukan hal-hal yang diinginkan oleh pemimpin meskipun hal tessebut secara pribadi tidak disenanginya
–   Hal ini jelas bahwa kemampuan memimpn yang efektif akan turut menentukan keberhasila/kegagalan organisasi
–   Karena dengan kepemimpinan itulah orang dibina, diarahkan dan diberi motivasi yang tepat

Kepemimpinan yang efektif juga menyangkut gaya kepemimpinan yang situasional, artinya bahwa dalam menerapkan kepemimpinannya seseorang manajer menyesuaikan gaya tersebut dengan tingkat kematangan mental, profesionl dan teknis bawahan meskipun gaya kepemimpinan demokratisla yang paling didambakan

ž  Peranan sebagai penghubung
–   Terutama dalam artian eksternal, yaitu peranan selaku wakil organisasi dalam menghadapi berbagai pihak di luar organisasi yang mempunyai kemitraan/hubungan kerja dengan organisasi yang bersangkutan
–   Salah satu bentuk hubungan ini adalah bahwa manajemen menerima informas dari pihak luar dan sebaliknya memberikan informasi kepada pihak luar tersebut tentang organisasi yang dipimpinnya

ž  Peranan Informasional
–   Maksudnya bahwa dalam kedudukannya selaku unsur pimpinan dalam orgnisasi manajemen menjadi pemantau arus informasi dalam organisasi, disamping peranan selaku penerima dan pembagi informasi
–   Sebagai pemantau arus informasi manajemen berupaya untuk menjamin bahwa informasi yang diterima segera sampai pada satuan kerja yang memerlukannya dan sebaliknya arus informasi keluar berjalan lancar dan diterima oleh pihak luar yang memerlukannya dalam waktu yang sesingkatnya
–   Tetapi tidak semua informasi itu merupakan informasi yang valid, oleh sebab itu diperlukan proses penyeleksian informasi

ž  Peranan Selaku Pengambil Keputusan
–   Para manajer dalam suatu organisasi berperan selaku pengambil keputusan, baik yang sifatnya strategis, fungsional dan teknis operasional
–   Peranan ini timbul karena manajemen memiliki wewenang untuk bertindak selaku :
o   (a) wirausawana,
o   (b) peredam ketidaktenangan,
o   (c) penentu alokasi sarana, prasarana, sumber daya manusia dan dana,
o   (d) selaku perunding

Recent Posts