Tampilkan postingan dengan label Scorpio. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Scorpio. Tampilkan semua postingan

Selasa, 02 Agustus 2011

agar piomu makin kenceng/ Upgrade dari motor plus

Upgrade Performa Scorpio Z
Mau Upgrade Performa Scorpio Z? Ini Pilihannya!
OTOMOTIFNET - Walaupun kapasitas mesin sudah lumayan gede; 225 cc, namun masih ada para pemilik Scorpio Z yang ingin menambahkan doping agar besutannya jadi nomor satu di segi tongkrongan. Nah, untuk membuat Kalajengking ini bisa ngacir, perlu adanya perubahan di bagian tertentu.

“Biasanya, pakai part PnP dan sedikit settingan. Tapi performa langsung terasa seketika,” kata Eric, bos Pit Bike yang ngepos di Jl. Kembang Kerep No.102, Meruya, Jakbar. PnP yang dimaksud; knalpot, CDI, karburator, kampas kopling, per kopling, koil dan filter udara.
knalpot
Ada dua pilihan, bisa dari knalpot racing CLD, DBS, AHM atau knalpot bawaan pabrik yang dibobok agar jalur pembuangan lebih plong. “Hasilnya cukup mendongkrak tenaga sampai 2 dk dan torsi juga naik, tapi perubahan ini harus diikuti dengan settingan pilot dan main jet di karbu,” ucapnya.

CDI
Tersedia BRT, Rextor, Adrion dan lainnya. “Soal performa dan akselerasi memang membutuhkan api yang besar, semakin besar api dari CDI ke koil, semakin gede pila letikan bunga api busi. Ini tentu berefek pada proses pembakaran di mesin lebih maksimal,” urai pria berambut panjang ini.

Oh iya, untuk CDI racing (gbr.1) disarankan yang berjenis bukan programable, tipe program umumnya hanya cocok untuk motor balap bukan buat harian. Bisa-bisa besutan Anda bukannya lari tapi malah nahan alias gak mau lari kalau salah setting.

Karburator
Juga ikut andil dalam mengatrol performa. Tapi hampir kebanyakan karbu yang digunakan karbu sejuta umat, milik Honda NSR 150SP (gbr.2). “Karbu ini murah meriah dan gampang disetting dan karbu ini juga cocok buat Scorpio,” jelasnya.

Koil & Penerus Daya
Biasanya diambil dari Kawasaki 150RR (gbr.3). Misal kampas dan per kopling. “Sebab jarak ruas kampasnya lebih besar dan pernya lebih keras dari standarnya Scorpio. Akselerasi bertambah cepat hingga 1 detik bisa tercapai,” sela Said bos MJ Motor di daerah Arteri Pondok Indah, Jaksel.

Saringan Udara
Milik aslinya berpori-pori terlalu rapat. Akibatnya pasokan udara ke karbu sedikit, sehingga pengabutan kurang maksimal, imbasnya akselerasi kurang plong. “Berbeda dengan tipe racing seperti K&N, MCC, JFC dan Protec, pori-porinya lebih renggang, ini membuat proses pembakaran jauh lebih sempurna. Tapi ingat, jangan sampai gak pakai sama sekali (gbr.4), kotoran dan debu bisa bersarang di karbu,” wantinya.

Senin, 01 Agustus 2011

Scorpio fairing ne..mantap


Yamaha Scorpio Z, Pilih Baju Pabrikan
Description: http://www.otomotifnet.com/spaw/uploads/image/Kanal%20MOTOR/Modifikasi/2011/03-Maret/20110314Scorpio.jpg
Asri Celebes dari Yamaha Riders Club Sulawesi Selatan kepingin tampilan Yamaha Scorpio jadi berfairing. Namun enggak mau meng­andalkan baju buatan modifikator lokal. Tapi, Asri lebih memilih fairing jadi.

Pilihannya baju Kawasaki Ninja 150RR dipakai untuk Scorpio tunggang­an Asri. Artinya, Scorpio dijepit Ninja. Pemasangannya dipercayakan ke Andra Modified, Jl. Landak, Makassar.
Description: http://www.otomotifnet.com/spaw/uploads/image/Kanal%20MOTOR/Modifikasi/2011/03-Maret/20110314Scorpio2.jpg
Cukup dua braket di depan
“Ada bedanya fairing buatan modifikator dibanding buatan pabrik,” jelas Asri yang aslinya dari Sengkang, Sulawesi Selatan. Sengkang 200 km dari Makassar, kota Sulawesi Selatan.

Alasan masuk akal Asri kenapa lebih memilih jubah Ninja 150RR dibanding bikin dari O dengan fiber. Kelebihan bisa dilihat langsung. Pakai fairing Ninja 150RR bikin Scorpio jadi lebih kompak.

Baju alias fairing buatan pabrik sing ada lawan dari buatan rumahan atau home industry. Paling jelas tingkat fleksibelitas. Jubah buatan pabrikan lebih lentur, tapi tahan lama.

Paling sederhana pengujiannya waktu fairing dipasang. Baju buatan pabrik lebih aman saat baut fairing dikencangkan ke braket. Sedikit risiko retak di bagian sisi lubang baut fairing. 

Berbeda kalau baju buatan sendiri. Mengandalkan fiber dan sering dengan dempul yang tebal. Bukan cuma jauh lebih berat, tapi juga waktu baut baju dikencangkan ke braket sisi lubang baut retak. Jadinya fairing bergetar saat motor dibawa rolling thunder.  

Kelebihan yang lain pakai baju buatan pabrik ada tuh. “Pemasangannya pun enggak susah,” ungkap Asri yang sekarang jadi enterprenuer di Makassar.

Ninja 150RR asli buatan pabrik enggak butuh braket banyak waktu dipakai ke Scorpio-Z. Cukup 2 braket baru di depan untuk kedok lampu. Pegangan kedok lampu dipasang di bawah segititiga bawah.

Bagian baju kanan-kiri mengandalkan pegangan asli bawaan Ninja 150RR. Posisi pegangan fairing kanan-kiri diagonal, dari bawah tangki paling depan sampai ke belakang.
Description: http://www.otomotifnet.com/spaw/uploads/image/Kanal%20MOTOR/Modifikasi/2011/03-Maret/20110314Scorpio1.jpg
Dilepas sama knalpot kompetisi
Pegangan  fairing kanan-kiri dibuatkan lubang pada braket kedok lampu sampai subframe di bawah tangki. “Pengerjaannya juga lebih cepat,” kata Asri yang berumur 25 tahun.

Stabil Dipakai Roling Thunder

Kelebihan baju asli bawaan pabrik akan terasa waktu dipakai jalan jauh. Sengkang ke Makassar berjarak 200 km. Meski Yamaha Scorpio sudah berbaju Kawasaki Ninja 150RR enggak ada problem besar waktu digas jarak jauh. Gas teruuuusss!

"Motor tetap stabil. Enggak ada terasa efek yang besar waktu nikung. Malah, kok jadi lebih stabil ya?" heran Asri yang murah senyum karena baju Ninja 150RR bikin tambah cool tunggangannya.

Stabil atau enggak mungkin saja bukan karena pakai fairing Ninja 150RR. Tapi, ada perubahan yang bisa berdampak ke stabilitas dengan mengubah profil ban. Itu karena ban depan-belakang sudah diganti pakai tapak yang lebih lebar dibanding standar. Bisa jadi!  (motorplus.otomotifnet.com)

DATA MODIFIKASI
Ban depan : Bridgestone BT 120/60-17
Ban belakang : Bridgestone BT 160/70-17
Knalpot  : Yoshimura
Pelek depan : Vrossi 3,5x17
Pelek belakang : Vrossi 4,5x17

Sabtu, 23 Juli 2011

Scorpio keren ne..jadi motorcross

Modif Yamaha Scorpio, Menjelma Jadi YZF 450 Banget!

Kalau diajak ngobrol soal supermoto, dr. Rudy Cahyono ini begitu antusias dan semangat banget. Semua hal berbau supermoto hafal di luar kepala. Gak heran jika Rudy ini menjadi admin sekaligus pengelola website yang mengupas tentang supermoto. Yakni http://www.supermotoindonesia.com/.

Untuk melambangkan kecintaannya terhadap supermoto, dia rombak habis Yamaha Scorpio kendaraan sehari-harinya. Konsepnya keukeh meniru model Yamaha YZF-450 Supermoto.

"Selain memang suka dengan tampang YZF-450, juga menyesuaikan basis motor yang saya miliki. Biar konsep modifikasinya tidak melenceng dan mereknya sesuai, yakni Yamaha," bilang anggota ABRI berpangkat Kapten Laut ini.

Dominasi pengerjaan memang terjadi di sektor rangka. Untuk mendapatkan wheelbase alias jarak sumbu roda seperti pada YZF-450 yang berukuran 147 cm ini, Rudy melakukan perkawinan dua rangka. Yakni, rangka bawaan Scorpio dengan milik YZF-450 orisinal.

"Rangka asli YZF-450 terbitan tahun 2004 ini hasil perburuan saya pada beberapa gerai dan penjual atribut motor SE di Indonesia," tambahnya.

Rudy memperkosa habis-habisan rangka asli Scorpio. Pria berkacamata minus ini hanya menyisakan down tube alias rangka bagian bawah. Kebetulan di bagian ini juga terdapat nomor rangka, sekalian saja biar tidak menyalahi aturan down tube ini dipertahankan. "Selanjutnya down tube digabung rangka YZ. Hasilnya semua ukuran yang diinginkan langsung didapat dari hasil penggabungan dua rangka ini," bebernya.

Dengan demikian sudut rake langsung berubah menjadi 27ยบ. Dan untuk jarak mesin bawah dengan tanah diperoleh angka 30 cm. Setelah dipasang pelek 17 inci dan dibalut ban Continental 120/70-17 untuk depan dan 180/55-17 sektor belakang seat height yang diinginkan yakni 90 cm bisa tercapai.
Rudy banyak mengalami dilema saat pemasangan swing arm. Pria tinggal di komplek AL, Kenjeran, Surabaya ini sebenarnya sudah mengaplikasi arm milik YZ-450 SE. Padahal Rudy akan memasang pelek belakang yang memiliki lebar 5 inci. Tentu tidak akan muat jika dipaksakan mengakomodir pelek itu.

Keputusan berani langsung diambil. Arm ini dipaksa agar bisa lebih renggang. "Caranya dengan dipanaskan las. Saat dalam kondisi panas inilah direnggang sedikit demi sedikit hingga memiliki lebar seperti yang diinginkan. Ini merupakan pengerjaan trial and error," bilangnya terus terang.

Pada saat finishing, Rudy juga ikut menambahkan motif yang meniru YZF limited edition dengan corak dan grafis didominasi warna kuning. Alhasil emang mirip, Bro!

Upgrade Mesin

Karena bodi sudah berat, performa mesin perlu dinaikkan kapasitasnya. Tidak tanggung, mesin Scorpio yang berkapasitas 223 cc ini langsung dibore up hingga naik sampai 360 cc. Rudy sudah menjejalkan piston mobil milik Honda Accord Maestro. 

Lalu untuk saluran buang, sudah dibuatkan leher knalpot baru. “Baru kemudian diakhiri silencer KTM 450," bangga Rudy. (motorplus-online.com)

DATA MODIFIKASI
 Pelek depan: TK 3,50x17
Pelek belakang: TK 5,00x17
Sok depan: Yamaha YZF 250
Sok belakang: Yamaha YZF 250

Yamaha Scorpio, Siap Mematuk Lawan..motor plus juli

Modifikasi Yamaha Scorpio 2005 (Cilacap)

Yamaha Scorpio, Siap Mematuk Lawan


Secara konstruksi, Yamaha Scorpio memiliki beberapa keunggulan agar sesuai dengan keinginan konsumen yang suka dengan konsep power responsif. Contohnya mesin 225 cc torsi kuat dan handling baik dengan rangka berwheelbase pendek.

"Cuma sayangnya bodi masih biasa aja. Kurang bagus untuk nampang. Makanya saya ubah agar siap mematuk. Kan Scorpio berarti kalajengking yang punya buntut bisa mematuk lawan. Maksudnya untuk mematuk lawan di ajang contezt modifikasi," buka Suripto dari Ripto's Custom Bike (RCB), Purwokerto.

Ubahan bodi jadi super penting. Motor milik Bowo yang bekerja di Pertamina, Cilacap, ini dibuat dan disiapkan untuk beradu di ajang contezt. Modifikator beken disapa Ripto ini merangkai pola bodi dengan konsep street ighter ala West Jateng Style alias WJS.

Makanya, modifikator kucil alias kurus kecil ini potong habis sasis belakang. Maksudnya, dipotong dari pangkal dudukan sasis di belakang as lengan ayun. Sebab Ripto membuat konstruksi baru agar buntut lebih pendek dan simpel.

Sasis bagian atas center back bone juga dipangkas. Gantinya, "Memakai pipa 22,5 mm sebagai rangka baru. Fungsinya cuma sebagai dudukan jok depan. Sementara dudukan bawah sengaja digeser rada naik agar tidak terlihat menumpuk antara bodi dan swing arm. Memiliki jarak namun tetap terlihat dinamis," cuap Ripto yang bikin gerai di Jl. Kutaliman, RT 1/2, Kedung Banteng, Purwokerto ini.

Makanya rangka dengan konstruksi baru lebih simpel. Dudukan ujung bodi belakang cuma pakai braket kecil. Olahan bodinya, Ripto mengacu pada aplikasi konsep Bulldog. Berbuntut kecil dengan badan bagian depan besar. Bagian awal olahan bodi fokus pada dimensi tangki.

Untuk urusan bentuk tangki, Ripto hanya mengukur dimensi tempat duduk, dibuat dengan tinggi sekitar 70 cm dari atas tanah. Itu sesuai postur tubuh Bowo yang sedang-sedang saja.

Terlihat besar memang, namun jika ditengok dari atas baru ketahuan kalau dimensi tangki sebenarnya memang kecil. "Sengaja dibuat pipih pada bagian belakang, agar enak dikempit jika dipakai riding. Terlihat besar sebab saya bikin sayap tangki lebar dengan desain menyatu tangki. Namun itu semua knock down, bisa dicopot kok," sebut modifikator yang gak pernah sepi order ini.

Finishing, keseluruhan bodi dikelir candy tone hitam, hijau dan oranye glitter agar memukau juri contezt. Pada bagian ini penggarapan diserahkan ke Upenk dari Jl. Sulawesi No. 16, Cilacap. (motorplus-online.com)

Kaki-Kaki Spesial

Olahan bodi besar tentunya disesuaikan aplikasi roda besar. Untuk bagian ini Ripto comot satu set kaki-kaki dari Suzuki Hayabusa. Lengkap mulai pelek, sokbreker dan peranti pengereman. Minim kendala ditemui, sebab bagian depan cuma ada beberapa penyesuaian saja.

Contohnya dudukan komstir yang perlu diatur ulang. "Juga sok belakang bawaan Hayabusa gak bisa dipasang. Sebab terlalu panjang. Jalan keluarnya pakai sok Scorpio asli. Cuma konstruksi unitrack masih dipakai, sehingga rebound tetap nyaman," yakin Ripto yang mengubah dudukan atas sok belakang dengan pelat 5 mm ini.

Delta box juga serius digarap. Bukan sebagai ornamen pelengkap semata. Desain juga sudah disesuaikan dengan sisi dinamis bentuk bodi yang merupakan gabungan desain menyiku dan lengkungan halus.

Pada bagian bawahnya memiliki lengkung dinamis dengan sambungan antar bodi rapat, sehingga terlihat rapi dan halus. Hebat..

DATA MODIFIKASI
Ban depan : Swallow 120/70-17
Ban belakang : Pirelli 190/55-17
Swing arm : Hayabusa
Sok depan : Hayabusa
Setang : Top Secret
Knaplot : Yoshimura

mofikasi Scorpio keren dari motor plus bulan Mei

Yamaha Scorpio 2007, Reptil Susah Diprediksi

Spesies binatang reptil memang tergolong unik. Sifatnya diam, susah ditebak perawakannya. Entah jinak atau liar. Persis seperti tunggangan milik Dewa Aditya Prana yang warga Kukusan, Depok, Jawa Barat. Memiliki bodi besar, namun bertampang kalem. Agak susah diprediksi.

Mengusung tema streetfighter, Scorpio ini didukung part yang juga besar. Bisa dengan limbah moge atau customized. Bicara besar sudah tentu kompak nih. Itu karena motor ini juga ditangani builder yang juga berbadan besar. Tentu sudah punya nama besar pula.

"Untuk sok depan pakai punya Aprilia RS 125. Dengan tipe upside down. Selain tampilan pas, juga nyaman ketimbang sok standar," kata Wardoyo dari Gandul 2Wheel Custom (G2C) di Jl. Gandul Krukut Ambara, Cinere, Depok.

Kalau biasanya Wardoyo senang menanggalkan sasis asli untuk motor-motor garapannya, ini kali sasis asli pabrik tetap dipertahankan. "Malah tidak dipotong sama sekali. Hanya ditutup dengan pelat galvanis 0,8 mm.
Modelnya masih sesuai tematis streetfighter. Tapi, lebih lebar karena harus mengimbangi desain tangki yang juga sudah besar," lanjut builder ramah ini. Kondom sasis gaya deltabox ini memang membuat bagian tengah tampil lebih gahar.

Lengan ayun kena rombak juga. Pas-tinya kena sedikit ubahan. Bagian tengah lengan ayun standar dipotong. Dengan tujuan untuk melebarkan lengan ayun. Supaya masuk ban ukuran yang lebih besar.

Begitu juga bentuknya yang tidak luput dari perhatian sang modifikator. Se- perti penambahan ornamen mirip tanduk di bagian atas lengan ayun. Berikut sepatbor yang jadi satu dengan lengan ayun custom. Desain seperti ini memang sudah umum diterapkan pada moge.

Tameng lampu depan sangat tidak diduga tampilannya. "Lampu pakai punya Yamaha Jupiter-Z. Tapi, ya harus dicustom ulang. Sementara batoknya bikin sendiri dari pelat galvanis. Tujuannya supaya lebih beda dari biasanya karena tidak single lamp. Dengan begitu, tampang motor jadi unik dan juga sedikit kalem," yakin Wardoyo.

Pantas dipanggil reptil. (motorplus-online.com)


Penulis : Adib | Teks Editor : Nurfil | Foto : Adib

Modifikasi Scorpio dari Motor Plus

Modif Yamaha Scorpio 2007, Hybrid Coretan Tangan

Desain motor masa depan banyak dijadikan acuan modifikasi. Seperti desain yang diadopsi dari kendaraan di film Transformers. Umumnya memang mengacu ke arah robotik dan bernuansa hi tech atau hybrid.

Pada edisi ini MOTOR Plus kembali menyodorkan galeri modifikasi robotik hasil kreasi modifikator dari berbagai daerah. Lewat ubahan ini mereka menuangkan seluruh ide yang semula hanya khayalan dan akhirnya mampu en skases diwujudkan. Meski basicnya bukan dari motor baru, namun karya mereka patut diapresiasi.

Bengkel modifikasi G2C bisa dibilang sudah terbiasa menggarap motor konsep. Makanya, langsung klop kala Reindra menyodorkan gambar motor konsep IZH Hybrid hasil coretan Igor Chak from Rusia. Pemilik Yamaha Scorpio ini juga minta dibuatkan modifikasi yang enggak pasaran dan kental nuansa besutan masa depan itu.

“Kebetulan sudah lama punya konsep desain yang disodorkan, tapi belum ada customer tertarik. Sampai akhirnya Rendra bawa desain dan kami langsung sepakat,”  sebut Wardoyo, bos G2C yang buka bengkel di Gandul, Cinere, Depok.

Tapi, namanya juga baru coretan tangan alias desain, enggak gampang untuk merealisasikan dalam sosok sebuah motor. “Untungnya mengandalkan pelat, jadi lebih mudah dibentuk meski memiliki sudut ekstrem,” lanjut Wardoyo yang bukan bermakna warung doyong.

Mulai dari desain tangki dan cover bodi samping, seluruhnya dibuat semirip mungkin dengan konsep IZH Hybrid. “Dibentuk mengandalkan pelat 0,8 mm, jadi enggak terlalu berat,” urai Wardoyo.

Untuk memudahkan proses pembuatan bodi sebelum pelat dipotong, terlebih dahulu dibuatkan mal atau pola pakai kertas karton. “Potongan mal karton ini yang membuat bentuk yang diinginkan bisa mirip dan dimensi yang diinginkan juga sesuai Yamaha Scorpio,” jelas builder asli Solo, Jawa Tengah.

Desain paling unik pada motor ini ada pada suspensi depan. Itu lantaran Igor Chak mengambil ide dari motor IZH 1 yang diproduksi 1929. Jadi, modelnya seperti sokbreker depan motor jadul.

Untuk meyerupainya bagian suspensi Scorpio standar ditutup kondom pelat dan diselipkan lampu proyektor pada bagian kanan dan kiri. “Ini yang bikin areal depan motor jadi tampak terlihat lebih lebar,” lanjut Wardoyo yang bongsor ini.

Biar bagian bawah mesin lebih berisi, juga ikut dipasang engine guard dengan desain ciamik. Modelnya hampir menutup bagian bak mesin bawah. "Kalau dilihat sekilas, desain seperti menyatu dengan pemasangan dua buah knalpot," lanjut Wardoyo yang mendesain silencer knalpot berbentuk persegi sesuai model aslinya.
Perbedaan lain dengan konsep IZH terdapat pada suspensi belakang. Kalau desain aslinya dibuat sok ganda, oleh Wardoyo malah diubah jadi model monosok. Namun bodi belakang tetap sama. Yakni, mengandalkan jok tunggal yang memiliki desain futuristik.

Untuk ubahan lampu belakang, Scorpio ini sudah mengandalkan stop lamp milik Yamaha New Jupiter Z. Meski mengandalkan part motor lokal, namun pemasangan yang pas bikin mika lampu jadi terlihat klop dengan bodi belakang.

Fasilitas sistem navigasi modern juga turut dilengkapi pada ubahan Scorpio ini. Dengan memasang monitor GPS Garmin tipe Nuvi yang ditempel di breket setang.

“Konsep aslinya IZH juga sudah dipasangi perangkat semacam GPS. Jadi saya coba membuat fasilitas yang sama,” timpal Reindra yang juga sudah pasang spidometer digital baru kepunyaan Yamaha Byson. (motorplus-online.com)


DATA MODIFIKASI

 Ban depan : Pirelli 120/60-17
Ban belakang : Battlax 140/70-17
Knalpot  : Custom
Pelek belakang : Custom

Sabtu, 16 Juli 2011

Info Mesin Scorpio

Sebagai pendahulu dari Yamaha Vixion dan Yamaha Byson, Yamaha Scorpio Z yang lahir pada tahun 2006 sangat dikenal luas bikers Indonesia, tentu karena ketangguhan dan akselerasinya. Hingga beberapa kali Yamaha Scorpio Z memperoleh penghargaan seperti, The Best Handling untuk kategori motor sport 200-250cc dari Mr Testo Award tahun 2009, penghargaan dari IMOTY kategori motor sport 191-249cc dan lain sebagainya. Selain itu, motor yang mengusung tenaga 225cc ini, menjadi motor sport 4 tak pertama di Indonesia yang memiliki tarikan spontan khas 2 tak, seperti yang dimiliki sang legenda raja jalanan Yamaha King.
SPESIFIKASI Yamaha Scorpio Z

Mesin
Tipe Mesin : 4 Langkah, SOHC Pendingin Udara
Diameter Langkah : 70 x 58 mm
Volume Silinder : 223 cm
Susunan Silinder : Silinder Tunggal Tegak
Perbandingan Kompresi : 9.5 : 1
Power Max : 19 ps / 8,000 rpm
Torsi Max : 1.86 kgf.m / 6,500 rpm
Sistem Pelumasan : -
Oli Mesin : -
Radiator : -
Karburator : -
Putaran Langsam : -
Saringan udara : -
Transmisi : 5 Kecepatan (1-N-2-3-4-5)
Kopling : Manual
Caster / Trail : -
Rasio Gigi : -
Sistem Starter : Kick & Electric
CHASIS
Tipe Rangka : Double Cradle
Suspensi Depan : Teleskopik
Suspensi Belakang : Monocross
Rem Depan : Cakram Double Piston
Rem Belakang : Tromol
Ban Depan : 80/100-18-47 P
Ban Belakang : 100/90-18-56 P
KELISTRIKAN
Sistem Pengapian : AC-CDI
UKURAN
Panjang x Lebar x Tinggi : 2,020 x 770 x 1,090 mm
Tinggi Tempat Duduk : 770 mm
Jarak Antar Roda : 1,295 mm
Jarak Ke Tanah : 165 mm
Kapasitas Tangki : 13.5 liter
Berat Isi :
Berat Kosong : 125 Kg

Scorpio ku

Selasa, 12 Juli 2011

yamaha Scorpio yang paling keren ne

Recent Posts